Sukabumi, Jawa Barat – Dalam upaya membentuk karakter relawan yang tanggap dan peduli, IRRES YAPI bersama LAZ YAPI sukses menggelar Basic Volunteer Camp (BVC) Batch III. Kegiatan pembekalan dasar kerelawanan ini berlangsung selama dua hari satu malam di Sekolah Alam Abah Djahari, Cikidang, Sukabumi, pada akhir pekan lalu. Sebanyak 30 peserta yang merupakan perwakilan dari empat asrama di lingkungan YAPI, yaitu Asrama Walisongo, Sunan Gunung Jati, Sunan Giri, dan Asrama Putri, mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Rombongan bertolak dari YAPI Center pada pukul 07.00 WIB dan tiba di lokasi yang asri sekitar pukul 11.00 WIB. Berbeda dari sekadar seminar di kelas, BVC Batch III mengajak peserta untuk langsung menyelami praktik lapangan. Materi yang diberikan pun lengkap, mulai dari Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang disampaikan oleh trainer profesional Teteh Dewi Rahma, hingga tafakur alam dan pengenalan beragam tanaman di area perkebunan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman langsung yang membangun jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Neni Karlena mewakili penyelenggara. Malam harinya, Ustadz Khairul Walid, Direktur LAZ YAPI dan IRRES, memperkuat semangat kemanusiaan melalui materi kerelawanan yang membekas di hati peserta.
Puncak edukasi terjadi pada hari kedua saat peserta belajar langsung dari Abah Djahari. Beliau membagikan teknik budidaya singkong yang mengejutkan banyak peserta: dengan pengelolaan pupuk organik dan pupuk tertentu secara seimbang, satu pohon singkong yang biasanya hanya menghasilkan 1–2 kilogram mampu ditingkatkan hasilnya hingga 25–40 kilogram. Ciri singkong berkualitas pun bisa diamati dari jumlah daun pada batangnya. Tak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada MOCAF (Modified Cassava Flour), tepung berbahan singkong yang bebas gluten dan menjadi alternatif sehat pengganti terigu, terutama bagi penderita diabetes dan pegiat pola hidup sehat.

Kesan mendalam tampak dari wajah para peserta. Ikhsan dari Asrama Walisongo mengaku, “BVC ini memberi pengalaman yang sangat berkesan. Kami benar-benar merasakan langsung bagaimana membangun kepedulian, mulai dari belajar menolong korban kecelakaan hingga mengolah pangan alternatif.” Senada dengan itu, Encep yang juga berasal dari Asrama Walisongo menambahkan, “Kegiatannya sangat seru dan bermanfaat. Saya jadi lebih paham arti penting kerelawanan dan ketahanan pangan. Melihat langsung teknik menanam singkong diajarkan Abah Djahari itu pengalaman yang luar biasa.”
Dengan rangkaian acara yang menggabungkan materi ketahanan pangan, konservasi alam, serta praktik langsung, Basic Volunteer Camp Batch III berhasil menanamkan benih-benih kepedulian dan keterampilan baru bagi para peserta. Asrama YAPI berharap bahwa ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga asrama untuk berkontribusi nyata di masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.