Asrama YAPI — The Home of Future Leaders

Asrama YAPI | The Home of Future Leaders

Pusat pembinaan dan beasiswa hunian kepemimpinan mahasiswa S1 PTN/PTKIN di Jakarta sejak 1952.

Daftar Sekarang
Kegiatan

Belajar Mengolah Sampah di KTH Rumah Kaum Jayakarta, Wujudkan Islamic Green Dormitory

Belajar Mengolah Sampah di KTH Rumah Kaum Jayakarta, Wujudkan Islamic Green Dormitory

Jakarta – Sebagai bagian dari penguatan program Islamic Green Dormitory, Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) mengirimkan perwakilan dari empat asrama untuk mengikuti Pelatihan Pengolahan Sampah di KTH Rumah Kaum Jayakarta, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Kegiatan berlangsung di kediaman Dr. Didi Suprijadi, mantan Ketua Umum PB PGRI, yang dikenal sebagai penggerak lingkungan dan ketahanan pangan berbasis keluarga.

Peserta pelatihan berasal dari Asrama Sunan Gunung Jati, Asrama Sunan Giri, Asrama Wali Songo, dan Asrama Putri. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga mengikuti praktik langsung membuat Bio Starter dan Bio Komposter sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan asrama maupun rumah.

Dalam sesi materi, Dr. Didi Suprijadi menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan membuang atau memilah sampah.

"Bantargebang menjadi salah satu penyumbang gas metana terbesar di dunia karena selama ini kita hanya membuang sampah. Sudah saatnya kita bukan hanya memilah, tetapi juga mengolah sampah agar kembali bermanfaat," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Najib Yusuf, Mentor Muda Asrama YAPI, menyampaikan bahwa krisis lingkungan saat ini tidak hanya berkaitan dengan sampah, tetapi juga menyangkut energi dan ketahanan pangan.

"Manusia sedang menghadapi krisis energi. Menariknya, di rumah yang sangat rindang ini kita tidak memerlukan AC meskipun saat itu sekitar pukul 12 siang. Alam yang terjaga mampu menciptakan kesejukan secara alami. Selain itu, jika setiap rumah mampu membangun sumber dayanya sendiri melalui menanam tanaman pangan dan mengolah sampah menjadi pupuk, kita akan jauh lebih siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan," jelasnya.

Sepanjang pelatihan, warga asrama tampak antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari teknik fermentasi sampah organik, cara membuat bio starter yang efektif, hingga penerapan komposter di lingkungan asrama. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan tingginya minat peserta terhadap gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Peserta juga diajak berkeliling melihat secara langsung kawasan rumah Dr. Didi Suprijadi yang dipenuhi beragam pepohonan produktif, kandang ayam yang menghasilkan telur setiap hari, serta beberapa kolam ikan yang dikelola secara terpadu. Lingkungan tersebut menjadi contoh nyata bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari rumah, bahkan mampu menghasilkan produksi yang bukan hanya mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, YAPI berharap para warga asrama tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya Islamic Green Dormitory, yaitu lingkungan asrama yang bersih, mandiri, produktif, dan berwawasan kelestarian alam.