Asrama YAPI — The Home of Future Leaders

Asrama YAPI | The Home of Future Leaders

Pusat pembinaan dan beasiswa hunian kepemimpinan mahasiswa S1 PTN/PTKIN di Jakarta sejak 1952.

Daftar Sekarang
Kegiatan

Mendesain Bersama: Lima Workshop Pra-Desain Asrama YAPI Ke-5

Mendesain Bersama: Lima Workshop Pra-Desain Asrama YAPI Ke-5

YAPI saat ini mengelola empat asrama mahasiswa. Satu lagi sedang dalam persiapan dan untuk yang kelima ini, yayasan memilih cara yang tidak biasa sebelum satu pun gambar teknis dibuat.

Lahan di Lenteng Agung telah dibebaskan. Lokasinya bersebelahan dengan kawasan Asrama Wali Songo, dan kedekatannya bukan kebetulan. Integrasi keduanya diharapkan melahirkan simpul kepemimpinan yang lebih kuat di kawasan itu, sebuah ekosistem pembinaan mahasiswa yang saling menopang. Tapi sebelum visi itu bisa diwujudkan dalam beton dan ruang, YAPI ingin memastikan bahwa bangunannya kelak benar-benar lahir dari kebutuhan dan ingatan warganya sendiri.

Maka diselenggarakanlah serangkaian workshop pra-desain bersama tim pppooolll.

Menggandeng pppooolll

pppooolll adalah studio desain dan riset yang dikenal dengan pendekatan partisipatif dalam arsitektur. Design Director-nya, Kamil Muhammad, adalah salah satu pendiri Architecture Sans Frontieres-Indonesia dan koordinator arsitektur untuk Kampung Susun Kunir di kawasan kota tua Jakarta. Di Kampung Susun Kunir, metodologi serupa pernah diterapkan: warga dilibatkan langsung dalam proses desain, bukan sekadar ditempatkan di dalam hasil akhirnya. Hasilnya bukan hanya hunian yang layak secara teknis, tapi komunitas yang merasa ikut membangun rumahnya sendiri.

Praktik Kamil telah mendapat pengakuan di berbagai forum: LafargeHolcim Award Asia Pacific (2017), ASF-INT Award (2017), What If? Lab Eindhoven (2018), Reimagining Museums for Climate Action Glasgow (2021), finalis Future Park Melbourne (2019), ko-kurator Indonesian Architects Week Rio de Janeiro-Bandung (2021), dan IAI Award (2024). Risetnya berkisar pada tema informalitas, urbanisme, dan partisipasi, dengan minat terkini pada air dan infrastruktur sosialnya.

Lima Sesi, Satu Tujuan

Tim pppooolll memandu YAPI melalui lima workshop yang dirancang bertahap. Bukan sesi presentasi arsitek kepada klien, tapi percakapan di mana setiap peserta, warga asrama, alumni, dan organ YAPI adalah narasumber.

Workshop pertama adalah FGD penggalian kenangan dan cerita tentang asrama YAPI dari seluruh pemangku kepentingan. Apa yang paling diingat? Apa yang paling dirindukan? Apa yang tidak boleh hilang?

Workshop kedua turun ke tapak: pemetaan wilayah di lokasi Lenteng Agung. Peserta mengamati langsung kondisi lahan, pola lingkungan sekitar, dan potensi yang ada.

Workshop ketiga membahas peraturan, regulasi bangunan, ketentuan zonasi, dan aturan internal YAPI yang perlu diterjemahkan ke dalam keputusan desain.

Workshop keempat membuka referensi: berbagai contoh asrama dan hunian kolektif dihadirkan untuk membangun imajinasi bersama tentang seperti apa asrama ke-5 ini seharusnya terasa dan berfungsi.

Workshop kelima adalah pleno brief. Semua yang digali dalam empat sesi sebelumnya dirumuskan menjadi dokumen panduan desain yang menjadi pegangan bersama sebelum proses desain sesungguhnya dimulai.

Agar Asrama Ini Milik Semua

Proses panjang sebelum desain ini bukan formalitas. Ia adalah cara YAPI memastikan bahwa asrama ke-5 tidak sekadar memenuhi standar bangunan, tapi benar-benar merespons cara hidup warganya. Ketika seseorang ikut memetakan tapak dan merumuskan brief, ia tidak hanya memberi masukan, ia menjadi bagian dari sejarah tempat itu sebelum tembok pertamanya berdiri. Rasa memiliki seperti inilah yang akan menentukan bagaimana asrama itu dihidupi, dijaga, dan diwariskan ke generasi berikutnya.