Jakarta, 30 Mei 2026 — Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) menggelar puncak perayaan Milad ke-74 di pelataran Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (30/5). Mengusung tema Reimagining Education, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan besar keluarga YAPI lintas generasi, mulai dari organ yayasan, IKAYAPI, karyawan, unit-unit pendidikan, Jamiyyah, warga asrama, hingga tamu undangan.
Perayaan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut mengangkat semangat Merajut Kolaborasi, Menguatkan Peran, Membangun Generasi Pemimpin Masa Depan. Semangat ini menjadi benang merah seluruh rangkaian acara, dari kegiatan kebugaran, panggung seni, sesi kepemimpinan, penghargaan, hingga refleksi perjalanan YAPI yang telah berdiri sejak 1952.
Diawali Senam dan Jalan Sehat “74 Langkah untuk Indonesia”

Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta berdasarkan kategori, mulai dari organ YAPI, IKAYAPI, undangan, karyawan, unit YAPI, hingga Jamiyyah. Setelah itu, peserta mengikuti senam pagi yang dipimpin oleh Arip, alumni Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri.
Usai senam, peserta mengikuti Jalan Sehat Bersama bertajuk “74 Langkah untuk Indonesia”. Rute jalan sehat dimulai dari Masjid Istiqlal menuju kawasan Monas, lalu kembali lagi ke Masjid Istiqlal. Angka 74 dipilih sebagai penanda usia YAPI yang pada tahun ini memasuki perjalanan ke-74 tahun.
Memasuki sesi panggung, penampilan hadroh dari Asrama Sunan Giri menjadi pembuka sebelum acara resmi dimulai. Hadirin kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars YAPI di bawah arahan dirigen Siti Azizah. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh Nyimas Aquena Azzahra Aziz dari SMP Islam Al Azhar 12 dan Sayyaf Usamah Thalib dari SD Islam Al Azhar 13.
Leadership Talk dan Sambutan Pimpinan Yayasan
Ketua YAPI H. Kunrat Wirasubrata, MBA, menyampaikan sambutan pada sesi pembukaan acara. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Pembina YAPI HM. Bachrun Idris, SE. Keduanya menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi seluruh elemen YAPI dalam membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.

Salah satu sesi utama dalam perayaan ini adalah Leadership Talk yang menghadirkan Sandiaga Uno, didampingi Pembina YAPI Bakhtiar Rakhman. Sesi ini menjadi ruang refleksi mengenai kepemimpinan, kolaborasi, dan pentingnya membangun generasi yang adaptif, produktif, serta memiliki kepedulian sosial.
Sesi kepemimpinan berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A., yang membahas pentingnya kepemimpinan inklusif dalam ekosistem pendidikan berbasis karakter. Melalui dua sesi ini, tema Reimagining Education tidak hanya hadir sebagai slogan, tetapi juga menjadi ajakan untuk melihat kembali arah pendidikan YAPI di masa depan.
Apresiasi untuk Karyawan, IGS, dan Pemenang YAPI CUP 2026

Puncak Milad ke-74 YAPI juga menjadi momentum apresiasi. Dalam acara ini, YAPI memberikan penghargaan kepada karyawan, pemenang Islamic Green School (IGS), serta para pemenang YAPI CUP 2026.
Pada penilaian Islamic Green School, predikat Juara 1 kembali diraih oleh SMP Islam Al Azhar 33 Jatimakmur. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen unit pendidikan dalam membangun lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Sementara itu, YAPI CUP 2026 mempertandingkan sejumlah cabang olahraga internal. Pada cabang futsal, Juara 1 diraih IKAYAPI, disusul Koperasi & CSS sebagai Juara 2, dan Security & YAPI sebagai Juara 3.
Pada cabang voli putra, IKAYAPI meraih Juara 1, SD 13 Juara 2, dan ASGJ Juara 3. Untuk voli putri, ASPURI keluar sebagai Juara 1, SMP 12 Juara 2, dan Forkom Jamiyyah Juara 3.
Cabang tenis meja putra dimenangkan oleh SMP 12 sebagai Juara 1, Jatimakmur Juara 2, dan Koperasi & CSS Juara 3. Pada tenis meja putri, SMP 12 kembali meraih Juara 1, disusul Forkom Jamiyyah sebagai Juara 2 dan Jatimakmur sebagai Juara 3.
Pada cabang badminton putra, SMP 12 meraih Juara 1, SD 13 Juara 2, dan Koperasi & CSS Juara 3. Adapun badminton putri dimenangkan oleh SMP 12, disusul Forkom Jamiyyah sebagai Juara 2 dan Koperasi & CSS sebagai Juara 3.
Selain cabang olahraga, perayaan Milad ke-74 YAPI juga menghadirkan Lomba MHQ Sambung Ayat Juz 30. Harun dari IKAYAPI meraih Juara 1, Wihdatul Munadiah dari SD Islam Al Azhar 13 meraih Juara 2, dan Nurhamidah dari SMA 33 Jatimakmur meraih Juara 3.
Potong Tumpeng dan Doorprize Utama Umroh
Seremoni potong tumpeng menjadi salah satu momen penting dalam puncak perayaan. Prosesi ini dilakukan oleh organ YAPI bersama pimpinan, pembina, dan keluarga besar yayasan sebagai simbol syukur atas perjalanan panjang YAPI selama 74 tahun.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh keluarga besar YAPI. Penampilan nyanyi dari Kayla Putri Adriana, siswa SMP Islam Al Azhar 33 Jatimakmur, turut memeriahkan suasana menjelang penutup. Doa penutup kemudian dipimpin oleh Chairul Walid, M.Si.
Antusiasme peserta semakin terasa saat pengundian doorprize yang dibagi ke dalam tiga sesi. Hadiah utama berupa paket umroh menjadi bagian yang paling dinanti. Tahun ini, hadiah utama tersebut diraih oleh Nova, warga Asrama Sunan Giri.

Berakar dari Gagasan 1952
Perayaan Milad ke-74 ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali akar sejarah YAPI. Yayasan ini lahir dari gagasan besar agar pelajar dan mahasiswa Islam memiliki ruang untuk tinggal, belajar, berkumpul, dan berjuang.
YAPI secara resmi didirikan di hadapan Notaris Raden Kadiman di Jakarta pada 26 Mei 1952, setelah kegiatan yayasan mulai berjalan sejak awal Mei pada tahun yang sama. Sejumlah tokoh turut menjadi bagian dari pendirian yayasan ini, di antaranya Prawoto Mangkusasmito, Wartomo, Meester Sindian Djajadiningrat, Abdul Kadir, Djamalus Nurut, Joesdi Ghazali, Hariri Hady, dan Ismael Hassan. Prawoto Mangkusasmito kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum pertama YAPI.
Langkah awal YAPI adalah menyediakan asrama bagi para pelajar dan mahasiswa. Asrama pertama berdiri di Jalan Bunga, Matraman, Jakarta Timur, yang kini dikenal sebagai Asrama Mahasiswa Islam Sunan Gunung Jati. Pada 1952 hingga 1953, yayasan memperluas perannya dengan membeli tanah dan gedung di Jalan Sunan Giri Nomor 1, Rawamangun, yang kemudian menjadi Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri.
Seiring waktu, peran YAPI berkembang dari keasramaan menuju penyelenggaraan pendidikan formal. Bekerja sama dengan YPI Al Azhar, YAPI membangun berbagai unit pendidikan secara bertahap, mulai dari TK dan SD Islam Al Azhar 13 Rawamangun pada 1993, Kelompok Bermain Sakinah, hingga SMP Islam Al Azhar 12 Rawamangun.
Dari sebuah gagasan tentang asrama bagi pelajar perantau, YAPI tumbuh menjadi ekosistem pendidikan yang terus berkembang tanpa melepaskan akar perjuangannya. Puncak Milad ke-74 di Istiqlal menjadi penanda bahwa perjalanan panjang tersebut tetap hidup melalui kolaborasi lintas generasi.
Seluruh rangkaian acara ditutup secara resmi pada pukul 11.35 WIB. Selama hampir lima jam, pelataran Masjid Istiqlal menjadi titik temu keluarga besar YAPI: pelajar, warga asrama, alumni, Jamiyyah, karyawan, guru, pimpinan, pembina, dan seluruh elemen yayasan.
Melalui Milad ke-74 ini, YAPI menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai usaha bersama yang terus diperbarui, dengan tetap berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, kepemimpinan, dan pengabdian.