Jakarta, 25 Oktober 2025 — Aula Masjid Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) menjadi tempat berlangsungnya Leadership Talk bertema "Elevating Leadership Spirit Through Growth Mindset", Sabtu pagi hingga siang. Seluruh warga asrama YAPI hadir dalam forum ini, mulai dari Asrama Sunan Gunung Jati, Asrama Sunan Giri, Asrama Wali Songo, hingga Asrama Putri YAPI.
Acara dibuka secara resmi oleh Bahrun Idris, Ketua Pembina YAPI. Turut hadir jajaran Organ YAPI, Tijar Azhari selaku Direktur PT YAPI, serta perwakilan dari Rumah Kepemimpinan sebagai mitra asrama YAPI. Kehadiran mereka menegaskan bahwa forum ini adalah bagian dari ekosistem pembinaan yang lebih besar, bukan sekadar acara seremonial.
Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, hadir sebagai pembicara. Sesi dipandu oleh Bakhtiar Rakhman, Pembina YAPI, yang membangun suasana diskusi menjadi cair namun tetap berbobot.

Silmy berbicara dari pengalaman, bukan dari teks. Ia tidak banyak berteori. Menurutnya, growth mindset adalah soal bagaimana seseorang memilih merespons setiap hambatan, berhenti atau belajar dan melangkah lebih jauh. Kepemimpinan, katanya, tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan, melainkan dari seberapa besar dampak yang ditinggalkan.
"Yang membedakan pemimpin biasa dengan pemimpin luar biasa bukan kecerdasan, tapi kemauan untuk terus belajar dan berani mengambil tanggung jawab," ujarnya.
Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Warga asrama mengajukan pertanyaan yang substantif, soal integritas di tengah tekanan, cara mengelola kegagalan, hingga bagaimana mempersiapkan diri untuk peran kepemimpinan yang lebih besar.

Kehadiran Rumah Kepemimpinan mencerminkan sinergi yang terus dijalin YAPI dengan lembaga pembinaan kepemimpinan nasional. Bagi YAPI yang telah berdiri sejak 1952, melahirkan pemimpin yang berakar pada nilai adalah bagian dari misi yang tidak pernah berubah.