Asrama YAPI — The Home of Future Leaders

Asrama YAPI | The Home of Future Leaders

Pusat pembinaan dan beasiswa hunian kepemimpinan mahasiswa S1 PTN/PTKIN di Jakarta sejak 1952.

Daftar Sekarang
Kegiatan

Warga Asrama YAPI Dampingi Tahfiz Camp SMPI Al Azhar 25 Tangerang Selatan

Warga Asrama YAPI Dampingi Tahfiz Camp SMPI Al Azhar 25 Tangerang Selatan

Sentul, Bogor – Sepuluh warga Asrama YAPI menjalankan peran sebagai mentor dalam kegiatan Tahfidz Camp 2026 yang diselenggarakan untuk 60 siswa SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 2–6 Mei 2026, di Villa Sakinah, Sentul, ini menjadi wadah pendampingan intensif demi pencapaian target hafalan sekaligus seleksi sertifikasi LPTQ YPI.


Kehadiran para warga asrama menjadi tulang punggung teknis acara. Mereka tidak sekadar menyimak setoran hafalan, tetapi juga membangun suasana belajar yang hangat dan memotivasi adik-adik peserta. Mereka adalah Muhammad Daffa Abdullah Imam, Arun Wijanarko, Abdulqodir, Muhammad Iqbal, Taufik Shuhada dari Asrama Wali Songo (AWS) dan Asrama Sunan Giri (ASG), serta Labibah Muhayyatumillah Liwan, Neni Karlina, Shafaunnisa Mufidah, dan Ghaitsa Zahira Shafa dari Asrama Putri (ASPURI).


Keterlibatan warga asrama dalam pendampingan tahfiz bukan tanpa bekal. Sebelumnya, mereka telah mengemban amanah serupa dalam program tahfiz untuk siswa SMP Islam Al Azhar 12 Rawamangun dan SD Islam Al Azhar 13 Rawamangun. Pengalaman itu menjadi dasar yang menguatkan kepercayaan panitia untuk kembali menggandeng mereka di SMPI Al Azhar 25.


“Kami lebih banyak belajar ketimbang memberi pelajaran. Kami diarahkan oleh para guru yang berpengalaman dan bertemu anak-anak yang antusias menghafal. Selama lima hari kami menemukan adik-adik baru, ilmu baru, dan pengalaman baru,” tutur Daffa, mewakili rekan-rekannya, tentang esensi pendampingan yang mereka jalani.



Rangkaian kegiatan camp berlangsung terstruktur: sesi halaqah pagi dan malam, murajaah massal, serta permainan edukatif yang mengasah kedekatan emosional antara mentor dan peserta. Metode pendekatan personal yang diterapkan warga asrama terbukti efektif. Banyak siswa mengaku lebih percaya diri menyetorkan hafalan dan memahami teknik mengingat ayat dengan lebih baik.


Salah satu guru pendamping dari SMPI Al Azhar 25 menyampaikan apresiasinya. “Kami melihat adik-adik asrama tidak hanya fasih secara bacaan, tetapi juga piawai menyentuh hati peserta. Mereka menjadi teladan dalam akhlak dan semangat menghafal. Pendampingan seperti inilah yang membuat target hafalan dan kesiapan sertifikasi terasa lebih ringan bagi siswa.”


Kegiatan ini menegaskan bahwa peran warga Asrama YAPI melampaui sekadar memenuhi undangan. Mereka hadir sebagai kepanjangan tangan para guru, menciptakan lingkungan belajar Al-Qur’an yang hidup dan membekas. Sinergi antara asrama dan sekolah diharapkan terus tumbuh, melahirkan lebih banyak generasi Qur’ani melalui pendampingan-pendampingan serupa.