Jakarta – Sejumlah warga dan mentor Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) mengikuti Sertifikasi Nasional Muallim Al-Qur'an Batch 3 yang mengusung tema "Tantangan Muallimin Qur'an KBMA di Era Modern". Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembelajaran Qira'atil Qur'an (LPQQ) Indonesia ini berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB di Aula Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Kegiatan diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri atas muallim dan muallimat Al-Qur'an, pengajar Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), pengelola lembaga pendidikan Al-Qur'an, serta pegiat Kelompok Belajar Mengajar Al-Qur'an (KBMA) dari berbagai daerah di Indonesia.
LPQQ Indonesia menyelenggarakan sertifikasi ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pengajar Al-Qur'an agar mampu menjawab tantangan pembelajaran di era modern. Fokus utama kegiatan adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan TPQ melalui inovasi pembelajaran yang adaptif, baik secara luring maupun daring.
LPQQ Indonesia sendiri merupakan gerakan nasional yang dideklarasikan pada 19 Maret 2023 di Masjid Quro dan secara hukum disahkan melalui Akta Nomor 17 tanggal 24 April 2024. Lembaga ini lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mampu membaca Al-Qur'an. Melalui pengembangan Kelompok Belajar Mengajar Al-Qur'an (KBMA), LPQQ berkomitmen memperluas akses pendidikan Al-Qur'an sekaligus mendukung gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di Indonesia.
Acara dibuka dengan registrasi peserta, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan dari panitia dan Ketua Umum LPQQ Indonesia, kemudian dilanjutkan seminar nasional yang dipandu oleh Yandi Kondakh, S.Pd.I.. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi oleh narasumber, diskusi interaktif, pemberian sertifikat dan penghargaan kepada para pengajar TPQ serta pengelola KBMA dari berbagai daerah, hingga pelaksanaan proses sertifikasi nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut KH. Mahbub Sholeh Zarkasy selaku Ketua Umum LPQQ Indonesia, KH. Aziz Syafiudin, M.Si. selaku Kasubdit PD Pontren Kementerian Agama RI sekaligus narasumber utama, serta Ust. Ibrahim, S.P. selaku Sekretaris Jenderal LPQQ Indonesia.
Dalam pemaparannya, KH. Aziz Syafiudin menegaskan bahwa para pengajar Al-Qur'an perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai utama pendidikan Al-Qur'an.
"Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana ustaz dan ustazah mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran Al-Qur'an agar semakin diminati masyarakat," ujar KH. Aziz Syafiudin.
Di akhir sesi, beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
"Teruslah berjuang mengabdi, karena yang mengabdi dengan ikhlas di lembaga Al-Qur'an, insyaallah Allah akan selalu memberikan jalan."
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan Metode Ishlah, yaitu metode pembelajaran klasikal yang dirancang agar masyarakat dapat belajar membaca Al-Qur'an secara cepat dan mudah. Metode ini menargetkan peserta terbebas dari buta aksara Al-Qur'an dalam waktu 2–3 hari, kemudian secara bertahap mampu membaca Surah Al-Mulk sebagai bagian dari proses pembelajaran lanjutan.
Dalam kegiatan ini, Asrama YAPI mengirimkan sembilan warga asrama sebagai peserta, yaitu:
- Akhmad Nawawi Al Khairi
- Muhamad Daffa Hilal Akbar
- Faqih Fathul Ihsan
- Didi Cahyanto
- Ghaitsa Zahira Shafa
- Labibah Muhayyatumillah Liwan
- Khansa Khalishah
- Dina Wulandari
- Taufik Shuhada
Turut mendampingi peserta dua orang mentor Asrama YAPI, yaitu Ustadz Hasan selaku Mentor Keislaman dan Bang Danu selaku Mentor Leadership.
Keikutsertaan warga Asrama YAPI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan untuk terus meningkatkan kualitas kader dalam bidang keislaman. Melalui sertifikasi ini, para peserta diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai tantangan pendidikan Al-Qur'an di era digital, memperkaya metode pembelajaran, memperluas jejaring dengan para pengajar Al-Qur'an dari berbagai daerah, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa mengikuti Sertifikasi Nasional Muallim Al-Qur'an Batch 3 menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai inovasi pembelajaran Al-Qur'an, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai pendidik.
"Kegiatan ini memberikan wawasan yang luas mengenai tantangan pembelajaran Al-Qur'an di era modern sekaligus memperkenalkan metode pembelajaran yang efektif seperti Metode Ishlah. Selain itu, kami dapat bertemu dan berdiskusi dengan para pengajar Al-Qur'an dari berbagai daerah sehingga semakin termotivasi untuk terus mengabdi dalam pendidikan Al-Qur'an," ungkap salah satu peserta dari Asrama YAPI.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Asrama YAPI berharap para warga asrama dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat pembinaan keislaman, sekaligus menjadi penggerak lahirnya generasi yang semakin mencintai dan mampu membaca Al-Qur'an dengan baik.